Gubernru Sulteng Longki Djanggola (kiri) menerima kunjungan Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Jumat (8/5/2020). (Foto: HO/Humas Pemprov Sulteng).

PALU, beritapalu | Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menegaskan, tidak ada penerbangan penumpang komersil di wilayah Sulteng hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Hal itu ditegaskan Gubernur saat menerima kunjungan Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah bersama sejumlah Kepala Perwakilan Maskapai Penerbangan di Ruang Kerja Gubernur Sulteng, Jumat (8/5/2020).

Kepala Bandara Ubaedillah berkunjung untuk menyampaikan rencana operasional bandara sehubungan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transortasi Udara selama masa dilarang mudik Idul Fitri 1441 dalam rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19.

-Advertisement-

Gubernur yang saat itu didampingi Sekda Prov Sulteng Moh. Hidayat Lamakarate mengatakan, dirinya sangat patuh dan hormat dengan Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara tersebut, namun Gubernur juga meminta agar pendapat dan usulan pemerintah daerah juga dapat dihargai .

“Melihat Penyebaran COVID-19 saat ini lagi puncaknya, maka untuk percepatan pemutusannya di Sulawesi Tengah  dan juga atas hasil komunikasi kami dengan para Bupati dan Walikota yang di wilayahnya ada bandara yang penerbangan akses langsung dari Jakarta dan Makassar, maka kami minta bandara yang ada di Sulawesi Tengah untuk tidak operasional sampai dengan tanggal 1 Juni 2020. Demikian juga dengan transportasi laut kecuali distribusi barang,” kata Gubernur Longki.

Gubernur berjanji, dirinya akan menyurat resmi kepada Menteri Perhubungan terkait keputusan pemerintah daerah Sulawesi Tengah tersebut.

Dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan tersebut, diatur ketentuan untuk rencana penerbangan tersebut, di antaranya tetap melaksanakan dan mematuhi ketentuan dalam Surat Edaran Gugus Tugas COVID-19, pembelian tiket hanya dapat dilakukan melalui Kantor Pusat maupun Kantor Cabang Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal dan tidak di Bandar Udara.

Selain itu, wajib memastikan calon penumpang memenuhi persyaratan Surat Edaran dimaksud sebelum diberikan tiket atau dokumen angkutan. Penerbangan dilaksanakan berdasarkan rute penerbangan yang telah disetujui pada periode Summer 2020 (S-20) dengan tetap menyesuaikan jam operasi serta fasilitas bandar udara selama masa pandemi Covid-19.

Diatur pula penerapan Tarif Batas Atas, personil penerbangan yang bertugas memiliki dan menunjukkan surat keterangan sehat dari dinas kesehatan/rumah sakit setempat dan dilampiri hasil Tes COVID-19 Polymerase Chain Reaction (PCR) yang negatif atau dilampiri hasil rapid test yang negatif.

Gubernur Longki menyampaikan, kalau bandara dibuka, maka akan sangat sulit untuk melaksanakan SOP yang sudah ditetapkan BNPB terhadap orang yang datang dari daerah pendemi, seperti  harus dikarantina selama 14 hari.

“Apalagi saat ini penyebaran COVID-19 di Sulteng sudah masuk pada transmisi lokal,” tambah Gubernur Longki.

Keputusan Gubernur itu juga didukung oleh sejumlah kepala perwakilan maskapai penerbangan yang ikut hadir dalam pertemuan tersebut. (afd)