Matthew Nicolas Wright, pemerhati satwa liar asal Australia mengamati pergerakan buaya di Sungai Palu, Selasa (11/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PojokPalu | Matthew Nicholas Wright atau Matt Wright, pemerhati satwa liar asal Australia kembali lagi ke Palu untuk melanjutkan misi penyelamatan buaya liar yang terperangkap ban bekas di Sungai Palu.

Matt tiba kembali di Palu pada Kamis (27/2/2020) sore dan langsung melihat kondisi sungai Palu.

Ketua Tim Satgas Penanganan Buaya Berkalung Ban bentukan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, Haruna membenarkan kedatangan kembali Matt Wright tersebut.

“Sebenarnya kedatangan Matt kali kedua ini secara tiba-tiba. Karena dia merasa adalah bagian dari tim satgas BKSDA yang sudah bekerja beberapa minggu,” ujar Haruna, Jumat (28/2/2020).

Ia mengaku, sejak kedatangan Matt, tim sudah kembali melakukan monitoring di sepanjang area sungai yang biasanya menjadi tempat pemunculan buaya liar tersebut.

Jumat pagi, buaya berkalung ban tersebut sempat menampakkan diri di Jembatan Palu II, namun Matt belum melakukan aksinya. Ia mengaku masih menyusun strategi penangkapan.

Sebelumnya atau dua pekan lalu, selama delapan hari Matt Wright bersama seorang rekannya Chris Wilson dan tim Satgas BKSDA telah turun ke sungai. Beberapa kali upaya penangkapan dilakukan namun selalu berakhir gagal, termasuk memasang perangkap buaya.

Saat itu, Matt Wright kembali ke Australia karena terkait izin tinggal yang sudah berakhir.

Sekembalinya ke Australia, Matt menggalang dana secara online melalui untuk membantu pembiayaan usaha penyelamatan buaya yang telah terperangkap ban bekas sejak empat tahun terakhir ini. Hasil penggalangan dana itu menurut Matt akan langsung diserahkan kepada tim Satgas.

Dana yang ditarget sebanyak USD 20.000 itu juga untuk membantu keterampilan sumber daya manusia di BKSDA dalam penanganan satwa liar, termasuk penanganan buaya. (afd)