Direktur Asia Pacific Rayon, -salah satu perusahaan RGE Group, Basrie Kamba (kiri) bersama Kepala Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Pemprov Sulteng Siti Hasbiah menggunting pita menandai persmian dan penyerahan dua sekolah yang telah direkonstruksi di Desa Karawana, Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (27/2/2020). (Foto: Basri Marzuki/bmzIMAGES)

PojokPalu | Royal Golden Eagle (RGE) Group dan Tanoto Foundation menyerahkan dua sekolah yang telah direkonstruksinya kepada Pemerintah Provinsi Sulteng untuk selanjutnya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Sigi dan Donggala.

Kedua sekolah itu masing-masing SDN 5 Dolo di Desa Karawana, Kabupaten Sigi dan SDN 13 Sirenja Kabupaten Donggala. Penyerahan kedua sekolah itu dilakukan di SDN 5 Desa Karawana oleh Basrie Kamba, Direktur Asia Pacific Rayon, salah satu perusahaan RGE Group dan Ari Gudadi, Direktur Tanoto Foundation kepada Gubernur Sulteng yang diwakili Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Sitti Hasbiah Zaenong, Kamis (27/2/2020)

“Inilah slah satu bentuk dukungan kami dalam upaya membangun kembali Sulawesi Tengah setelah dilanda bencana 28 September 2018 lalu,” ujar Basrie Kamba.

Ia mengatakan, rekonstruksi kedua sekolah itu adalah arahan langsung dari pendiri RGE Group, yakni Sukanto Tanoto dan Tinah Binge Tanoto.

“Sekitar 50 ribu karyawwan RGE group ikut berpartisipasi dalam bantuan ini dan terkumpul sekitar Rp1 miliar. Namun oleh keluarga Tanoto ditambah dua kali lipat lagi sehingga secara keseluruhan nilainya menjadi lebih dari Rp3,2 miliar,” ungkap Basrie.

Menurutnya, kepedulian sosial adalah salah satu nilai yang dibangun dalam RGE Group dan Tanoto Foundation. Itu juga selaras dengan filosofi Tanoto Foundation yakni pendidikan yang berkualitas agar dapat mempercepat terciptanya kesetaraan peluang.

Basrie berharap, dengan diresmikannya kedua sekolah tersebut, anak-anak di Sigi dan Donggala bisa kembali fokus dalam belajar dengan nyaman dan tenang.

Sementara itu, Gubernur Sulteng menyatakan apresiasi positifnya atas bantuan RGE Group dan Tanoto Foundation itu. Gubernur yang diwakili Sitti Hasbiah itu berharap agar sekolah yang telah direkonstruksi itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan layanan pendidikan juga dapat berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau bisa berharap, semoga bukan kali ini saja RGE Group dan Tanoto Foundation bisa memberikan bantuan,” harap Sitti Hasbiah.

Sebelumnya pada masa tanggap darurat bencana, RGE Group dan Tanoto Foundation telah terlibat langsung dalam pemberian bantuan yang disalurkan melalu Yayasan Sayangi Tunas Cilik sebesar Rp750 juta termasuk dukungan psikososial bagi korban bencana senilai Rp250 juta.

Juga membantu transportasi dengan dukungan pesawat Beechcraft selama empat hari dari Balikpapan ke Palu dan sebaliknya untuk menangkut bantuan dan relawan senilai Rp1,3 miliar.

Penyerahan kedua sekolah itu juga ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan alat olahraga kepada dua kepala sekolah.

Usai seremoni tersebut dilakukan peninjauan ruang kelas dan perpustakaan sekolah.

“Alhamdulillah, tidak panas lagi. Lebih satu tahun kami di tenda-tenda darurat, tapi kini kami sudah melakukan kegiatan pembelajaran di ruang yang nyaman,” ujar Kepala Sekolah SDN 5 Karawana.

Ia bersyukur, sekolahnya yang ambruk akibat gempa, kini telah berdiri kembali dengan konstruksi yang baru dan tahan gempa. Ia berjanji akan merawat  bantuan gedung sekolah itu agar lebih banyak anak-anak yang dapat menikatinya. (afd)