Wali Kota Palu, Hidayat (kanan) menyakami warga saat bersilaturahmi di Kelurahan Lamabara, Tawaili, belum lama ini. (Foto: Humas Pemkot Palu./Yusuf)

PojokPalu | Wali Kota Palu Hidayat mengemukakan rencananya untuk membangun kawasan agrowisata di wilayah Palu Utara dan Tawaili saat menghadiri silaturahmi bersama warga Liku, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, baru-baru ini.

Kawasan agrowisata itu menurut Hidayat akan diperkaya dengan beragam macam tanaman buah-buahan.

“Insya Allah beberapa hari ke depan kita sudah buat SK tim pelaksana percepatan kawasan agrowisata,” ujar Hidayat.

Tim lanjutnya yang akan melakukan inventarisasi dan mendata tanah-tanah masyarakat disertai bukti kepemilikan.

Hidayat mengatakan, ada program PTSL yang bisa mengakomodir rencana pengembangan agrowisata itu. Pemkot Palu akan menyediakan bibit, alat, dan keperluan lainnya dan hasilnya nanti untuk masyarakat yang memiliki tanah.

Selain percepatan kawasan agrowisata, tim itu juga akan melibatkan tenaga teknis yang melibatkan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan, Dinas PU, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan bertugas melakukan survei dan memetakan tanah yang masuk pengembangan agrowisata. Sedangkan Dinas PU akan memantau sumber air dan mengalirkan air tersebut ke lahan yang dijadikan kawasan pengembangan agrowisata. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menyiapkan bibit dan juga akan meneliti buah apa yang cocok ditanam di kawasan tersebut.

Ditegaskannya, kawasan tersebut tidak hanya untuk kepentingan wisata saja, tapi lebih dari itu adalah antisipasi pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur 2024 mendatang.

“Kita khawatir, jangan sampai kita hanya jadi penonton daerah-daerah yang akan memasok buah-buahan ke Ibu kota. Kita sudah sepakat sekitar Rp 40 – 50 miliar yang dianggarkan untuk pengembangan agrowisata tersebut,” katanya.

Wali Kota berharap tim pelaksana yang akan dibentuk itu paling lambat April 2020 mendatang sudah melaporkannya ke dinas-dinas terkait, sehingga tahun 2021 sudah terealisasi. (afd/*)