Wali Kota Palu Hidayat (kiri) saat melihat langsung kandang penangkaran buaya sementara di Kantor BKSDA Sulteng belum lama ini. (Foto: Yusuf Wempi)

PojokPalu | Pemerinah Kota Palu menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan bagi penangkaran buaya. Lokasinya di Hutan Kota Kaombona, Palu Timur.

Kesiapan itu dinyatakan Wali Kota Palu Hidayat saat berkunjung ke Kantor Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah, belum lama ini.

Hidayat mengaku turut prihatin dengan buaya liar di Sungai Palu yang sejak empat tahun terakhir ini menderita karena terperangkap ban bekas di lehernya.

Karena itu, selain perlu teknik penyelamatan yang tepat, ia juga memikirkan kelangsungan hidup buaya tersebut sesudahnya.

“Hutan Kota Kaombona bisa dijadikan lokasi penangkaran. Tak hanya buaya, hewan langka dan dilindungi juga bisa selain pohon-pohon endemik dan langka yang ada di Sulteng ini,” sebut Hidayat.

Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar merespon baik kesiapan Wali Kota Palu itu. Menurutnya ini sangat positif sebab tak hanya sekadar menyelamatkan buaya tersebut, tetapi juga ada solusinya dengan memindahkan buaya tersebut ke tempat penangkaran buaya di lokasi hutan kota.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota Hidayat bersama pejabat lainnya menyempatkan diri melihat langsung penangkaran sementara buaya di dalam lokasi Kantor BKSDA. (afd/)