Suasana pelatihan pembuatan aneka makanan berbahan baku cokelat di ICS Soulowe, Kabupaten Sigi, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Humas ACT Sulteng)

PojokPalu | Puluhan ibu rumah tangga yang menghuni Kompleks Integrated Community Shelter (ICS) atau hunian nyaman terpadu di Desa Soulowe, Kabupaten Sigi dilatih membuat aneka makanan berbahan baku cokelat, Sabtu (22/2/2020).

Ibu rumah  tangga itu dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing berkreasi untuk membuat produk aneka makanan berbahan coklat seperti cokelat stroberi, cokelat banana, coklat apel serta sejumlah varian rasa lainya.

Salah satu kelompok di ataranya membuat cokelat lollipop dalam waktu yang cepat dan langsung dapat dicicipi. Proses pembuatanya pun didamping langsung oleh pelaku usaha aneka makanan cokelat di Kota Palu.

Pelatihan pembuatan aneka makanan berbahan baku cokelat ini diinisasi oleh Lembaga Kemanusiaan Global Aksi Cepat Tanggap (ACT) Cabang  Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu-KUMKM (PLUT-UMKM), sebuah lembaga yang dibentuk oleh Kementrian koperasi dan UKM.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Sulawesi Tengah, Nurmarjani Loulembah mengatakan, pelatihan ini merupakan program peningkatkan ekonomi korban bencana alam 2018 silam khususnya ibu rumah tangga.

Menurut Nani sapaan akrabnya, untuk membantu ekonomi keluarga, ibu rumah tangga juga mempunyai peran penting. Sehingga dari hasil pelatihan ini, para ibu rumah tangga diharapkan dapat membuat produk aneka makanan yang bernilai rupiah yang tentunya dapat membantu ekonomi keluarga.

“Sebelumnya kami telah melakukan pemberdayaan ekonomi melalui usaha bawang goreng dan hari ini mereka kami ajarkan membuat aneka makanan berbahan baku cokelat,” kata Nani.

Beberapa bulan kedepan umat Islam akan melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadandan dipastikan kue kering berbahan baku cokelat untuk lebaran akan meningkat. Momentum tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk meraup keuntungan lebih.

Sementara itu, Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu Bidang SDM PLUT Arman Wahid menilai program pemberdayan ekonomi bagi korban bencana alam yang digelar ACT ini sangat tepat.

Selama ini korban bencana alam katanya tidak hanya menerima bantuan dari pemerintah maupun lembaga kemanusiaan  namun juga dituntut untuk bertahan hidup di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik, apalagi sejumlah warga kehilangan harta benda maupun pekerjaan pasca bencana alam 28 september 2018 silam.

Arman berharap dari hasil pelatihan ini ibu-ibu rumah tangga khususnya di Desa Soulowe dapat membantu ekonomi keluarga melalui produk  makanan yang berbahan baku cokelat maupun produk makanan lainya.

“Kenapa harus berbahan dasar cokelat karena bahan baku cokelat sangat mudah ditemukan di Kota Palu dan cara pembuatan olahanan makanan tersebut tidak rumit. Selain itu cokelat itu semua umur bisa makan dan laku untuk dijual,” tutur Amran.

Amran yang juga pelaku usaha aneka makanan berbahan cokelat itu mengatakan setiap bulanya omzet yang ia raup mencapai jutaan rupiah, meskipun masih kategori home industri.

“Saya ini tinggal di Petobo korban bencana juga. Jadi dengan adanya usaha ini Alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan ekonomo keluarga kami,” ujarnya.

Meskipun sudah setahun lebih gempa bumi, tsunami serta likuefaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi, ACT Sulawesi Tengah masih terus membersamai korban bencana alam tersebut dengan melaksanakan berbagai macam program pemberdayaan ekonomi masyarakat. (afd/*)