Sampel sampah mikroplastik yang ditemukan di Pantai Talise, Palu, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Seangle Indonesia Palu)

PojokPalu | Seangle Indonesia Palu, sebuah lembaga yang memfokuskan diri pada upaya memerangi sampah laut menemukan bahwa Pantai Talise, Kota Palu sudah terpapar sampah mikroplastik yang berbahaya.

Kesimpulan itu diperoleh setelah Seangle mengambil sampel mikroplastik di sekitar muara sungai Palu, tepatnya di Jalan Rajamoili pada 22 Februari 2020. Sampel itu diambil dengan jarak empat  meter dari garis pantai.

Ketua Seangle Indonesia Palu, Muhammad Najib, dari hasil uji yang dilakukannya, diperoleh kesimpulan bahwa Pantai Talise sudah sangat tercemar mikroplastik.

Menurutnya ini sangat berbahaya apalagi banyak nelayan yang menggantungkan hidupnya dengan menjual ikan dari wilayah tersebut.

Bagaimana jika ikan yang dikonsumsi oleh manusia tersebut mengkonsumsi mikroplastik?

Mikroplastik adalah jenis plastik yang terpapar oleh sinar matahari dalam kurun waktu tertentu sehingga berubah menjadi kepingan-kepingan berukuran kecil atau mikro, yaitu kurang dari 5 mm.

Sampaj mikroplastik di Pantai Talise Palu, Sabtu (22/2/2020). (Foto: Seangle palu)

Mikroplastik akan berbahaya jika sampai dikonsumsi oleh manusia dan binatang lainnya (hewan ternak dan ikan). Bahaya mikroplastik jika dikonsumsi akan menimbulkan penyakit seperti kanker dan kelainan hormone.

Pengambilan sampel itu dilakukan oleh Seangle terkait dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati pada setiap tanggal 21 Februari. Seangle memperingatinya dengan Microplastic Hunting serta Diskusi Lingkungan di area bekas tsunami, yaitu Pantai Talise.

“Kegiatan ini dilakukan selain sebagai bahan penelitian microplastic dan jumlah microplastic yang terdapat di Palu, tetapi juga sebagai peringatan ke masyarakat Kota Palu agar mulai sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi sampah tersebut dibuang ke sungai atau saluran-saluran air yang akan berakhir ke laut,” tandas Muhammad Najib. (afd)