Pemerhati satwa liar asal Australia Matthew Nicolas Wright memasang perangkap untuk menangkap buaya berkalung ban di Sungai Palu, Selasa (11/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PojokPalu | Upaya penyelamatan buaya yang terjerat ban bekas di Sungai Palu oleh Tim Satgas bentukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng belum membuahkan hasil .

Buaya yang menjadi target tim dengan entengnya masih melenggok kesana kemari bersama ban bekas yang melingkar di lehernya menyusuri sungai.

Pada operasi hari Rabu (12/2/2020), perangkap yang terbuat dari besi lengkap dengan seekor itik yang dijadikan umpan dan ditempatkan di gundukan di bawah Jembatan Palu II sama sekali belum disentuh oleh sang buaya berkalung ban. Umpan itiknya malah terlihat sudah lemas diterpa terik matahari.

Sementara itu, buaya yang diburu itu justru memperlihatkan diri di muara sungai.

“Bagaimana ini? Perangkap ada di jembatan II, buayanya ada di muara sungai,” tanya Rahman, seorang warga yang menyaksikan pemunculan buaya itu di muara sungai, Rabu sore.

Walalu begitu, tim Satgas bersama dua warga asing Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson yang turut membantu tim itu tetap memantau pergerakan buaya tersebut.

Terbetik kabar jika tim akan melokalisasi area pergerakan buaya itu dengan memasang jaring seperti taktik yang diterapkan sebelumnya. Meski demikian, kabar tersebut belum terkonfirmasi apakah benar-benar dilakukan atau tidak. Ketua Tim Satgas Haruna yang dihubungi per telepon tidak dapat tersambung.

Hingga berita ini diturunkan, tim Satgas masih melakukan pemantauan di sekitar muara sungai, dimana buaya tersebut memunculkan diri pada Rabu sore.

Sejumlah peralatan penyelamatan telah disiapkan jika bertemu dengan si buaya berkalung ban tersebut. (afd)