Wali Kota Palu Hidayat (tengah) bersama Ketua Yayasan Orang Tua Grup Peduli Harsono (kiri) dan Pengurus Yayasan Wali Songo menggunting pita menandai peresmian asrama Panti Asuhan Wali Songo dan karya Tayyibah di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (8/2/2020). Orang Tua Grup, salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia melalui Yayasan Orang Tua Grup Peduli menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp4 miliar untuk membangun kembali dua panti asuhan di Kota Palu dan Donggala yang luluh lantak akibat bencana 28 September 2018. (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PojokPalu | Orang Tua (OT) Grup, salah satu perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka di Indonesia melalui Yayasan Orang Tua Grup Peduli menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp4 miliar kepada dua panti asuhan di Palu dan Donggala.

Bantuan itu diberikan dalam bentuk renovasi bangunan asrama dan perabotan lengkap masing-masing kepada Panti Asuhan Wali Songo di Palu, dan Karya Tayyibah di Donggala.

“Kedua panti tersebut terdampak berat bencana gempa dan tsunami pada tanggal 28 September 2018, sehingga bangunan panti sudah tidak layak lagi untuk dihuni,” ujar Harianus Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, di sela-sela peresmian dua panti asuhan di Palu, Sabtu (8/2/2020)

Yayasan Orang Tua Grup Peduli adalah lembaga resmi pengelola aksi-aksi sosial korporasi OT Group.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan tempat tinggal yang layak dan nyaman bagi anak-anak panti asuhan,” harap Harianus Zebua.

Peresmian asrama kedua panti asuhan tersebut dilakukan oleh Wali Kota Palu Hidayat dan Ketua Yayasan Orang Tua Grup Peduli Harsono ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Panti Asuhan Wali Songo memiliki luas bangunan 456 m2, sedangkan Karya Thayyibah seluas  612 m2.

Tidak hanya renovasi fisik bangunan, kebutuhan hunian seperti tempat tidur, lemari, kasur, selimut, set meja makan, gorden, dan kelengkapan lainnya juga juga disediakan Yayasan Orang Tua Grup Peduli.

“Kami memberikan bantuan menyeluruh sehingga kedua asrama panti tersebut benar-benar siap dihuni seperti sediakala, bahkan lebih baik lagi,” tambah Harianus.

Wali Kota Palu Hidayat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh OT grup tersebut.

“Kota Palu yang porak-poranda akibat gempa, tsunami, dan likuefaksi 28 September lalu bisa seperti sekarang ini atas bantuan banyak pihak termasuk OT Grup. Karena itu, atas nama masyarakat Kota palu, kami menyampaikan terima kasih sebesarnya,” kata Hidayat dalam sambutannya.

Hidayat mengajak semua pihak agar bantuan-bantuan yang diberikan itu dapat dimanfaatkan dengan baik dan dijaga agar memberi manfaat lebih lama.

Yayasan Orang Tua Grup Peduli akan meneruskan aksi-aksi sosial kemanusiaan seperti ini untuk membantu mereka yang membutuhkan. Yayasan ini juga terbuka terhadap bantuan dan dukungan dari masyarakat umum yang memiliki visi yang sama untuk kebaikan dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kami berharap ke depannya nanti, akan banyak dukungan dari masyarakat yang disalurkan melalui Yayasan Orang Tua Grup Peduli, sehingga semakin banyak sesama kita manusia yang membutuhkan dapat dijangkau, khususnya di Indonesia,” sebut Harianus.

Yayasan Orang Tua Peduli Grup berdiri sejak 2018, bertepatan dengan ulang tahun OT Group ke-70 tahun. Program OT Peduli dilembagakan secara formal dan memiliki dasar hukum berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, dengan nomor akta : AHU- 0021802.AH.01.12. tahun 2018.

Yayasan ini fokus pada bidang sosial dan kemanusiaan, di antaranya membantu panti asuhan, panti jompo dan panti wreda, memberikan bantuan kepada korban bencana alam, memberikan bantuan kepada tuna wisma, fakir miskin dan gelandangan, dan kegiatan-kegiatan lainnya. (afd)