Yang ditunggu buaya berkalung ban, tapi yang muncul buaya tanpa kalung ban di muara Sungai Palu, Sabtu (8/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PojokPalu | Operasi penyelamatan buaya yang terjerat ban bekas berlanjut di hari ketiga atau Sabtu (8/2/2020). Sayangnya, hingga menjelang sore, buaya liar tersebut belum juga berhasil tertangkap.

Pada hari ketiga, operasi bersandi “Peduli Buaya” itu, tim penyelamat memulai pencarian di muara Sungai Palu. Sebelumnya pada hari kedua (Kamis, 7/2/2020), upaya penangkapan dilakukan di sungai sekitar Jembatan II Palu.

Pergeseran ke muara sungai atau di sekitar bekas Jembatan IV atau Jembatan Kuning itu disebabkan karena ternyata buaya tersebut berhasil melewati jaring yang dipasang membentang di sungai di bawah Jembatan Palu II sebelumnya.

Sejumlah warga terheran-heran dengan “kecerdikan” buaya tersebut sehingga bisa melewati jaring yang dipasang sebelumnya.

“Kalau dilihat, tidak mungkin buaya itu bisa lolos dari jaring, karena hampir tidak ada celah. Jaring diikat di antara sisi seberang sungai ,” ujar Rahman, salah seorang warga mengomentari lolosnya buaya tersebut ke muara.

Warga juga mengomentari kecepatan jelajah sang buaya yang demikian gesit di dalam air. Belum lama terlihat di satu titik, namun tiba-tiba muncul di titik lainnya.

Di muara sungai, tim penyelamat yang terdiri dari gabungan lembaga itu tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, buaya tersebut timbul tenggelam. Sesekali menampakkan diri di tengah sungai, namun tak jarang tiba-tiba muncul lagi di sisi kiri sungai.

Upaya pencarian untuk penangkapan juga terkendala arus yang cukup deras dan juga ombak air laut serta luasnya area pencarian di muara.

Hingga menjelang sore, tidak ada aktivitas berarti dari tim penyelamat kecuali memantau pemunculan buaya.  (afd)