Emat nelayan yang ditangkap Dit Polairud Polda Sulteng karena menggunakan bom ikan. (Foto: Humas Polda Sulteng)

PojokPalu | Empat nelayan ditangkap oleh tim Subdit Gakkum Dit Polairud Sulteng di perairan antara Pulau Paku dan Pulau Bapa atau di perairan Desa Buajangka, Kecamatan Bungku Selatan, Morowali, Sulawesi Tengah belum lama ini.

Koronologi penangkapan keempat nelayan yang masing-masing berinisial G alias R, M alias A, MN alias C, dan H itu ketika personel Polairud yang berjumlah empat orang dipimpin AKP Charlie Salindehon menuju TKP kapal Tongkang muatan ore nikel yang kandas akibat cuaca buruk di pulau Sagal, Kecamatan Minui, Morowali, Sulawesi Tengah.

Saat petugas berada di antara perairan tersebut, terlihat adanya perahu bodi bermuatan empat orang nelayan.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto menjelaskan, personel Dit Polairud mendekati perahu tersebut dan menanyakan tujuan para nelayan yang berada di perahu tersebut

Oleh nelayan tersebut diakui bahwa mereka melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak atau bom ikan.

Tak banyak tanya lagi, petugas langsung mengamankan keempat nelayan tersebut beserta barang bukti untuk di bawa ke kantor Ditpolairud Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan.

Barangbaukti yang berhasil diamankan antara lain 1 unit perahu, kompressor, tabung gas, ikan berbagai jenis, sepatu katak, kacamata selam, jaring, kabel roll, kaos tangan, aki (accu), beberapa kemasan botol berisi bahan peledak yang telah terpasang,  alat pengukur kedalaman laut, dan sejumlah babuk lainnya

Setelh pemeriksaan saksi,keempatnya dinyatakan sebagai tersangka Tindak Pidana Perikanan yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak (bom ikan) yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) dan/atau Pasal 100 B Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Keempat nelayan tersebut kini berada dalam thanan Rutan Polda Sulteng. (afd/*)