Buaya berkalung ban berjemur di pinggir Sungai Palu, Minggu (2/2/2020). (Foto: bmzIMAGES/Basri Marzuki)

PojokPalu | Sayembara melepas ban bekas yang menjerat leher buaya di Sungai Palu oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah dihentikan.

Penghentian itu dikemukanan Kepala BKSDA Sulteng Hasmuni Hasmar saat mengunjungi Sungai Palu di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Minggu (2/2/2020) pagi.

Hasmuni mengatakan, masyarakat senang dengan adanya sayembara itu. Hanya saja sesuai peraturan, tidak dibenarkan warga yang tidak memiliki keahlian khusus melakukannya tanpa bersama-sama dengan petugas.

Jadi kata Hasmuni, sayembara itu distop dan dan pihaknya akan tetap melanjutkan upaya penyelamatan buaya malang yang terjerat ban bekas sejak 2016 tersebut.

“Kami sudah berkoordinasi dengan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan telah mempersiapkan alat-alat penyelematan. Kita tidak akan menyerah, apalagi alat sudah dipersiapkan semua,” kata Hasmuni tanpa merinci jenis peralatan yang disiapkan tersebut.

Diungkapkan, jika tidak ada hambatan tim dari KLHK akan tiba di Palu dan langsung turun ke lokasi.

“Kami juga berharap kepada warga agar melaporkan kepada kami tenang kemuncual buaya ini,” harapnya. (afd)